JepangBasah – Lin Siyu selalu merasa dihargai oleh keluarganya, tetapi belakangan ia mulai merasa terasingkan. Kakak iparnya, Chen Wei, adalah sosok yang jarang menunjukkan emosinya, tapi kedekatan mereka mulai terasa renggang setelah pernikahannya. Lin Siyu, yang biasanya dekat dengan Wei, merasa bahwa hubungan mereka semakin canggung. Meski keduanya tak pernah berbicara tentang masalah itu, Lin Siyu merasa ada sesuatu yang tak selesai—sesuatu yang membebani hatinya. Ia pun mulai mencari cara untuk memperbaiki hubungan mereka, namun ketegangan yang tak terucapkan selalu menggantung di udara.
Suatu malam, mereka berbicara berdua setelah makan malam. Tanpa sengaja, percakapan yang awalnya tentang hal-hal ringan berubah menjadi diskusi mendalam tentang perasaan mereka. Lin Siyu mengungkapkan perasaan kesepian dan terasingkan yang ia rasakan selama ini, sementara Wei juga berbicara tentang tekanan yang ia rasakan dalam pernikahannya. Momen itu membawa keduanya lebih dekat, tetapi dalam cara yang berbeda. Mereka tak lagi hanya sekadar kakak ipar dan adik ipar, tapi lebih pada dua orang yang saling mengerti dan mendukung dalam masa sulit. Meskipun perasaan mereka tetap rumit, mereka berkomitmen untuk menjaga hubungan ini dalam batasan yang sehat, saling memberi ruang untuk tumbuh tanpa melupakan ikatan keluarga yang ada.